Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



Karakteristik konflik pasca pemilihan kepala desa karangmalang kecamatan karangsembung kabupaten cirebon

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : Mahardhika Bahari Saprudin
  • Identitas : 210221051 - Ilmu Pemerintahan
  • Abstrak :

    ABSTRAK Mahardhika Bahari Saprudin (NIM. 210221051) Karakteristik Konflik Pasca Pemilihan Kepala Desa Karangmalang Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon. Dibimbing oleh Dosen Pembimbing utama : Agus Rianto, S.Sos., M.Si dan Pembimbing pendamping : Agus Irfan, S.Sos., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena konflik pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Karangmalang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Masyarakat Desa Karangmalang masih terpecah belah menjadi dua kelompok besar akibat fanatisme terhadap masing-masing calon kepala desa setelah Pilkades tahun 2021. Situasi ini memicu ketegangan dan perselisihan yang berkepanjangan, bahkan mengganggu hubungan sosial dan aktivitas kemasyarakatan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik konflik sosial yang memengaruhi hubungan sosial masyarakat pasca Pilkades 2021 di Desa Karangmalang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori konflik Ralf Dahrendorf digunakan sebagai analisis untuk memahami konflik melalui empat unsur utama: adanya pihak yang berkonflik, tujuan/interes dan kebutuhan, adanya situasi dan proses, serta adanya pertentangan/ketidaksesuaian dan perbedaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan 16 informan. Serta analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi, triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pasca Pilkades 2021 di Desa Karangmalang ditandai oleh polarisasi sosial yang kuat antara pendukung calon petahana dan calon baru, terutama di kalangan pemuda. Konflik ini didominasi oleh kekerasan verbal, seperti sindiran, adu mulut, dan provokasi di media sosial, serta beberapa insiden kekerasan fisik antar pemuda, meskipun tidak meluas. Masyarakat memiliki beragam tujuan dalam memilih calon, baik yang manifest (pembangunan, kesejahteraan) maupun laten (jabatan, bantuan sosial). Proses Pilkades diwarnai mobilisasi aktif oleh tim sukses dengan pendekatan persuasif, terkadang disertai tekanan halus atau janji. Perbedaan nilai dan tujuan antar kelompok memicu ketegangan, mengganggu kegiatan bersama, dan melemahkan solidaritas sosial. Konflik ini juga menyebabkan perubahan kepribadian individu, terutama pemuda, menjadi lebih sensitif dan menjaga jarak. Meskipun ketegangan mulai mereda, dampak emosional dan sosial masih terasa, menunjukkan lemahnya solidaritas akibat perbedaan politik. Disimpulkan bahwa konflik ini bersifat horizontal dan berdampak jangka panjang pada hubungan sosial Masyarakat. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda berperan aktif, untuk membangun kembali harmoni sosial melalui dialog dan kegiatan bersama. Kata Kunci: Konflik Sosial, Pilkades, Polarisasi

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional