Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



Analisis Kinerja Badan Permusyawaratan Desa Berdasarkan Fungsi Aspirasi Masyarakat di Desa Kedungbunder Kecamatan Gempol Kab Cirebon

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : Ilman
  • Identitas : 210221062 - Ilmu Pemerintahan
  • Abstrak :

    ABSTRAK ANALISIS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BERDASARKAN FUNGSI ASPIRASI MASYARAKAT DI DESA KEDUNGBUNDER KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON Ilman Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi tentang pembahasan yang dipilih. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja Badan Permusyawaratan Desa berdasarkan fungsi aspirasi masyarakat di Desa Kedungbunder Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja dari Jhon Minner, kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tolak ukur dalam menilai kinerja ada empat dimensi yakni kualitas yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, dan kecermatan. Dimensi yang kedua adalah kuantitas yaitu jumlah pekerjaan-pekerjaan yang dihasilkan. Dimensi yang ketiga adalah penggunaan waktu dalam kerja yaitu tingkat ketidakhadiran, keterlambatan, dan waktu kerja efektif/jam kerja hilang. Dimensi yang keempat adalah kerjas sama dengan orang lain dalam bekerja yaitu tingkat kompetensi atau prestasi kerja, tingkat komunikasi dan tingkat kesadaran bersama. Kinerja Badan Permusyawaratan Desa Kedungbunder berdasarkan fungsi aspirasi masyarakat dilihat dari tingkat kualitas anggotanya adalah belum sebanding dengan harapan masyarakat. Hal ini terjadi karena BPD belum mampu menyelesaikan beberapa konflik masyarakat di Desa Kedungbunder. Dilihat dari kuantitas atau jumlah anggota adalah kinerjanya baik karena kuantitas atau jumlah anggota sesuai dengan Undang-undang. Dilihat dari penggunaan waktu dalam kegiatan adalah kurang sesuai dikarenakan kegiatan Musyawarah Dusun untuk mencari point-point kesepakatan bersama mengenai aspirasi masyarakat tidak merata diselenggarakan. Dilihat dari kerja sama anggota adalah belum terjalin kerja sama yang baik, karena adanya ketidakaktifan anggota BPD ditiap dusun sehingga masyarakat kurang mengenal dan kebingungan menyampaikan aspirasinya. Kata Kunci : Analisis, Kinerja, Badan Permusyawaratan Desa, Desa Kedungbunder

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional