![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
STUDI KOMPARATIF: PERBANDINGAN OUTCOME CO-REGULATION DI SEKOLAH ISLAM YANG MENERAPKAN PENDEKATAN BEHAVIORISME DAN KONSTRUKTIVISME
- Kategori : Skripsi
- Penulis : Nabiilah Cerelia Amanda
- Identitas : 210651002 - Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
- Abstrak :
ABSTRAK STUDI KOMPARATIF: PERBANDINGAN OUTCOME CO- REGULATION DI SEKOLAH ISLAM YANG MENERAPKAN PENDEKATAN BEHAVIORISME DENGAN KONSTRUKTIVISME Nabiilah Cerelia Amanda Email: nabilahnbl07@gmail.com Abstrak : Perkembangan sosial-emosional anak usia dini di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dalam regulasi emosi. Co-regulation menjadi fondari krusial bagi pembentukan self-regulation untuk kesiapan akademik dan sosial anak. Sekolah Islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai keIslaman, memiliki potensi strategis dalam mendukung pengembangan ini. Namun, efektivitas pendekatan behaviorisme dan konstruktivisme dalam membentuk outcome co-regulation masih perlu dikaji. Penelitian ini mendeskripsikan dan membandingkan outcome co-regulation pada anak usia dini di sekolah Islam dengan pendekatan behaviorisme (TK Mutiara Sunnah Islamic School) dan konstruktivisme (TK Awliya Kids’ Center) di Kota Cirebon. Metode kualitatif studi kasus digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outcome co-regulation di TK Mutiara Sunnah tercermin dari anak-anak yang lebih disiplin, terbiasa mengikuti aturan, bersemangat dalam kegiatan rutin, serta menunjukkan kepatuhan yang konsisten. Anak-anak merasa dihargai melalui reward dan arahan guru, sehingga muncul motivasi untuk mengulangi perilaku positif. Namun, regulasi diri mereka masih sangat bergantung pada pengawasan guru. Sementara itu, outcome co-regulation di TK Awliya terlihat dari anak-anak yang lebih mandiri, mampu mengelola emosi saat konflik, berani menyampaikan pendapat, serta terbiasa bekerja sama dan merefleksikan pengalaman. Dukungan guru sebagai fasilitator dan keterlibatan orang tua membantu anak membangun regulasi diri yang lebih sadar dan berjangka panjang.Kesimpulannya, kedua pendekatan sama-sama berkontribusi positif dalam mendukung outcome co- regulation, tetapi dengan karakteristik yang berbeda, behaviorisme menumbuhkan kepatuhan dan disiplin, sedangkan konstruktivisme menekankan kemandirian, refleksi, dan empati. Integrasi keduanya dapat menjadi strategi optimal bagi sekolah Islam untuk mengembangkan regulasi sosial-emosional anak secara lebih holistik dan berkelanjutan. Kata kunci: Co-regulation, Regulasi Emosi, Behaviorisme, Konstruktivisme, PAUD Islam




