Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



EVALUASI PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KABUPATEN CIREBON

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : Azhar Mubarik Ahmad
  • Identitas : 231311006 - Peternakan
  • Abstrak :

    RINGKASAN Nama : AZHAR MUBARIK AHMAD. NIM : 231311005. Evaluasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Cirebon. Dosen Pembimbing 1 Prof. Dr. drh. Retno Widyani, M.S., M.H dan Dosen Pembimbing 2 Dr. FITRI DIAN PERWITASARI, M.Si Penyakit mulut dan kuku merupakan salah satu penyakit hewan menular yang tingkat kematianya rendah tetapi kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Penyakit mulut dan kuku tidak bersifat zoonosis atau menular pada manusia. Virus PMK dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi melalui semen, droplet, leleran hidung, dan serpihan lesi serta kontak tidak langsung melalui media pembawa seperti udara, peralatan kandang, sepatu, dan pakaian petugas atau peternak serta alat dan sarana trasportasi. Penyakit mulut dan kuku pertama kali masuk Indonesia pada tahun 1887 melalui impor Sapi dan dinyatakan terbebas pada tahun 1986 melalui vaksinasi masal. Penyakit mulut dan kuku mewabah pertama kali di Kabupaten Cirebon pada awal bulan Mei 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penanganan Penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Cirebon melalui edukasi dan sosialisasi, disinfektan, pengobatan, vaksinasi serta penyekatan lalu lintas ternak sehingga wabah ini tidak meluas. Metode yang dilakukan adalah pengumpulan data ternak masuk dengan SKKH, vaksinasi, pengobatan, ternak sakit, ternak sembuh, dan ternak mati atau potong paksa dari ISIKHNAS di Kabupaten Cirebon dari 2022 sampai 2023. Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapatkan bantuan vaksin, obat-obatan dan sarana lainnya dari Kementrian, Pemerintah Provinsi, dana APBN, APBD, BTT serta mitra perusahaan swasta. Hasilnya kasus PMK menurun di Kabupaten Cirebon dengan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi, disinfektan, pengobatan serta vaksinasi terhadap ternak yang bergejala. Gejala yang dialami hewan diantaranya hipersalivasi, demam, lemas, luka dan lepuh pada mulut dan luka pada kaki ternak. Penanganan menggunakan obat diantaranya pemberian antibiotik, vitamin, serta penyemprotan desinfektan secara rutin. Vaksinasi dilakukan melalui 3 tahap yaitu vaksin pertama, vaksin kedua dilakukan minimal 1 minggu setelahnya kemudian vaksin ketiga dilakukan minimal 3 bulan setelahnya. Vaksin yang digunakan merupakan vaksin impor dengan merk aftosa, aftofor dan aftogen. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan kegiatan pengobatan dan vaksinasi berefek signifikan terhadap penurunan kasus PMK di Kabupaten Cirebon. Kata kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, Gejala, Pengobatan, Vaksinasi, ISIKHNAS, SKKH.

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional