![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Paru-Paru Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Certainty Factor Berbasis Web
- Kategori : Skripsi
- Penulis : Fadri Hidayat
- Identitas : 200511060 - Teknik Informatika
- Abstrak :
INTISARI SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT PARU-PARU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Oleh : Fadri Hidayat 200511060 Paru-paru adalah bagian dari tubuh manusia yang berperan dalam sistem pernafasan dan memegang kendali utama dalam kehidupan manusia setelah Jantung. Fungsi organ paru-paru ini yaitu sebagai alat yang bekerja untuk menampung atau memasok oksigen dan menyaring udara yang masuk kedalam tubuh sehingga dapat mengeluarkan udara kotor. Menurut data Kementrian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 2,5 % dari total jumlah penduduk Indonesia menderita penyakit asma. Berdasarkan data Global TB Report pada tahun 2021 diperkirakan bahwa terdapat 824.000 kasus tuberkulosis di Indonesia.Menurut laporan hasil RISKESDAS pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi pneumonia sekitar 2%. Selain itu, tidak semua rumah sakit maupun puskesmas mempunyai dokter spesialis untuk penyakit tertentu, terutama untuk penyakit paru-paru, karena penyebaran dokter spesialis tidak merata disetiap wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sistem untuk membantu mencegah penyakit paru-paru dan memberikan diagnosis serta solusi secapat dan tepat. Dengan begitu, dibuatlah sistem pakar diagnosis gejala penyakit paru-paru pada manusia berbasis web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Certainty Factor (CF). Metode Analytical hierarchy process untuk menentukan bobot pakar, sedangkan metode Certainty factor menghitung tingkat keyakinan pada setiap kemungkinan diagnosis. Pada sistem memiliki 5 penyakit dengan deskripsi serta penanganan dan 17 gejala. Pada pengujian sistem yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan hasil diagnosis penyakit Pneumonia sebesar 58,3 %, Bronkitis sebesar 39,4 %, dan Emfisema 38,6 %. Hasil pengujian tersebut mendapatkan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual oleh peneliti. Kata Kunci : Sistem Pakar, Diagnosis, Penyakit Paru-paru , Analytical hierarchy process, Certainty factor




