![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
Analisis Persediaan Produk Oli Mesin NGMO 10W30 Dengan Menggunakan Min Max dan EOQ di PT Wahana Rejeki Mobilindo Cirebon
- Kategori : Skripsi
- Penulis : Wahyu Annafi
- Identitas : 200411085 - Teknik Industri
- Abstrak :
ABSTRAK PT. Wahana Rejeki Mobilindo Cirebon merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penjualan, perawatan serta perbaikan mobil merek Nissan, Datsun, KIA dan Citroen. Dalam operasional perusahaan, oli mesin NGMO 10W30 paling tinggi permintaannya, sehingga ketersediaannya sangat dibutuhkan. Perusahaan dalam mengelola persediaan oli mesin menghadapi berbagai masalah, sehingga kesulitan dalam menentukan tingkat persediaan. Maksud dari temuan ini ialah guna mengidentifiaksi tingkat persediaan yang optimal dengan biaya yang efisien. Tool yang dipakai pada penelitian ini ialah Min-Max serta EOQ. Sebagaimana kondisi perusahaan kuantitas pemesanan oli mesin NGMO 10W30 sebanyak 180 liter dengan frekuensi pemesanan 22 kali dalam satu tahun serta total inventory cost sejumlah Rp 100.811.113 per tahun. Berdasarkan data DMS safety stock dan minimum stok sebesar 211 liter, maksimum stok sebesar 316 liter kuantitas pemesanan sebesar 192 liter dengan frekuensi pemesanan dalam satu tahun sebanyak 18 kali dan total inventory cost sebesar Rp 78.757.344 per tahun. Berdasarkan perhitungan menerapkan metode Min-Max, pengendalian persediaan oli mesin NGMO 10W30 berupa safety stock sejumlah 62 liter, minimum stok sebesar 180 liter, maksimum stok sebesar 299 liter, reorder point sebesar 180 liter, kuantitas pemesanan dalam sekali pesan sebanyak 240 liter dengan frekuensi pemesanan 15 kali pertahun dan Total Inventory Cost sebesar Rp. 56.935.275 per tahun. Berdasarkan perhitungan metode EOQ kuantitas pemesanan oli mesin NGMO 10W30 sebanyak 456 liter dalam sekali pesan dengan frekuensi pemesanan 8 kali per tahun, maksimum stok sebesar 518 liter dan total inventory cost sebesar Rp. 24.998.035 per tahun. Jadi pengendalian persedian oli NGMO 10W30 dengan DMS perusahaan dapat menghemat Rp 22.053.765 dengan efisiensi sebesar 22%, menggunakan Min-Max perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp 43.875.838 dengan efisiensi sebesar 44%. Sedangkan menggunakan EOQ perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp 75.813.078 dengan efisiensi sebesar 75%. Kata Kunci : Pengendalian persediaan, Min-Max, Economic Order Quantity (EOQ)




