Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



Usulan Perbaikan Proses Produksi Tiang Pancang untuk Meminimalisir Kecacatan Menggunakan Metode FMEA dan Root Cause Analysis (RCA) Di PT. Wijaya Karya Beton, Tbk PPB Majalengka

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : Devy Rismaya Nur Fadhillah
  • Identitas : 210411024 - Teknik Industri
  • Abstrak :

    USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI TIANG PANCANG UNTUK MEMINIMALISIR KECACATAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN RCA DI PT. WIJAYA KARYA BETON, TBK. PPB MAJALENGKA Devy Rismaya Nur Fadhillah Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Cirebon Abstrak PT Wijaya Karya Beton, Tbk. PPB Majalengka merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi beton pracetak, salah satunya adalah tiang pancang. Namun, dalam proses produksinya masih dijumpai permasalahan berupa tingginya tingkat kecacatan produk yang berdampak pada penurunan kualitas. Pada periode Januari hingga Desember 2024, jumlah cacat produk tiang pancang beton tercatat melebihi batas toleransi perusahaan, yaitu sebesar 0,25% per bulan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yang kemudian dilanjutkan dengan analisis akar masalah melalui Root Cause Analysis (RCA). Hasil penelitian menemukan tiga jenis cacat utama yang paling dominan, yaitu sepatu retak, keropos sirip, dan selubung penyok. Berdasarkan analisis FMEA, diperoleh nilai RPN tertinggi pada cacat sepatu retak sebesar 153,69 yang disebabkan oleh faktor material, cacat keropos sirip sebesar 167,38 yang dipengaruhi oleh faktor mesin, serta cacat selubung penyok sebesar 156,68 yang bersumber dari faktor manusia. Melalui analisis RCA, akar penyebab permasalahan diidentifikasi, antara lain kualitas material yang tidak sesuai standar, performa vibrator yang kurang optimal akibat minimnya perawatan, serta rendahnya ketelitian pekerja yang dipicu oleh kondisi kelelahan dan terburu-buru. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa usulan perbaikan diajukan, yaitu penerapan checklist pemeriksaan material, penyusunan checklist perawatan rutin mesin vibrator, serta penetapan waktu istirahat (rolling) terjadwal dengan jeda 5–10 menit setiap 1–2 jam pada proses pengecoran. Diharapkan, implementasi usulan perbaikan ini dapat menekan tingkat kecacatan sekaligus meningkatkan kualitas produk tiang pancang yang dihasilkan. Kata kunci: Kualitas Produk, Produk Cacat, FMEA, RCA, 5 Whys, 5W+1H

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional