Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



USULAN PERBAIKAN KUALITAS KEMASAN PRODUK PASTA UBI JALAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA), FAULT TREE ANALYSIS (FTA), DAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DI PT. GALIH ESTETIKA INDONESIA

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : Mia Amalia
  • Identitas : 210411025 - Teknik Industri
  • Abstrak :

    USULAN PERBAIKAN KUALITAS KEMASAN PRODUK PASTA UBI JALAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN FMEA, FTA, DAN RCA DI PT. XYZ Mia Amalia1 , Johan* 2 , Budi Susanto*3 1Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Cirebon, 2Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Cirebon, 3Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Cirebon, PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pasta ubi jalar. Di mana pada bulan Januari 2024 sampai Desember 2024 masih ditemukan kemasan produk cacat yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5% dengan selisih rata-rata sebesar 8,94% untuk kemasan 2,5 kg dan 3,75% untuk kemasan 5 kg dan 5,64% untuk selisih rata-rata keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab produk cacat dengan menggunakan tools Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan dilanjut dianalisis untuk dicari akar permasalahannya menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian ini menunjukan hasil identifikasi dengan wawancara diketahui terdapat 4 mode kegagalan. Di mana hasil identifikasi FMEA menunjukan, cacat kemasan bocor (head siller sering muncul kendala) memiliki nilai RPN sebesar 129,86, cacat kemasan jebol siller (dorongan produk keras/MC rendah) memiliki nilai RPN sebesar 115,28, cacat kemasan masuk angin (daya sedot angin tidak 100%) memiliki nilai RPN sebesar 91,64, dan cacat kemasan tidak rata (pemilihan rak pembekuan yang tidak rata) memiliki nilai RPN sebesar 132,25. Analisis FTA dan RCA menunjukan bahwa akar penyebab cacat kemasan bocor adalah pergantian komponen head siller yang tidak terjadwal. Untuk cacat kemasan jebol siller adalah pekerja yang tidak melakukan pemeriksaan kotoran sebelum proses sealing. Untuk cacat kemasan masuk angin adalah tidak adanya preventive maintenance yang terorganisir. Dan untuk cacat kemasan tidak rata adalah rak dengan kondisi rata terbatas. Usulan perbaikan dengan pendekatan 5W+1H meliputi pembuatan SOP penggantian komponen mesin head siller, checklist kotoran pasta pre-sealing checklist, pemeliharaan mesin vakum, dan SOP penyiraman cairan klorin ke rak. Kata kunci: FMEA; FTA; kualitas produk; produk cacat; RCA; 5-whys; 5W+1H

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional