Repository
Universitas Muhammadiyah Cirebon


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Matematika

  • Kategori : Skripsi
  • Penulis : MUCH. IQBAL
  • Identitas : 200641018 - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Abstrak :

    PENDAHULUAN Pendidikan sebagai suatu proses yang bukan hanya memberi bekal kemampuan intelektual dalam membaca, menulis, dan berhitung saja melainkan juga sebagai proses mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal dalam aspek intelektual, sosial, dan personal (Taufik dalam Fauzia, 2018). Menurut Dalle (dalam Hanafi, 2017), pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. Sejalan dengan itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2003), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 3706 J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol.3, No.5, Agustus 2024 ........................................................................................................................................................ ISSN : 2828-5271 (online) Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-mulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (QS. Al- Alaq dalam (Abdilah & Burhanudin, 2021). Ayat di atas menjelaskan bahwa pentingnya sebuah ilmu pengetahuan bagi manusia. Allah memerintahkan seluruh umatnya untuk tidak berhenti memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh berasal dari proses pendidikan di sekolah maupun di luar sekolah. Proses pendidikan memberikan manusia ilmu pengetahuan dalam hal membaca, menghitung, dan menulis melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah dipengaruhi oleh peserta didik dan guru serta model pembelajaran yang digunakan. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Khodijah (Asmedy, 2021), proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen utama, yaitu guru, peserta didik, dan model pembelajaran. Ketiga komponen tersebut saling berkaitan dan memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai pengajar, sumber belajar, fasilitator, model, motivator, pembimbing, dan evaluator. Peserta didik berperan sebagai partisipan dalam proses pembelajaran. Dan model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencakan, dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Oleh karena itu, model pembelajaran berperan penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Salah satu model pembelajaran, yaitu model Problem Based Learning (PBL) Setyo et al., (2020), menjelaskan bahwa Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang menghadirkan berbagai permasalahan dalam dunia nyata peserta didik untuk dijadikan sebagai sumber dan sarana belajar sebagai usaha untuk memberikan pengalaman dalam meningkatkan kamampuan berfikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, tanpa mengesampingkan pengetahuan atau konsep yang menjadi tujuan pembelajaran. Menurut Hosnan (Novelita dan Darmansyah, 2022), PBL merupakan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata (autentik) yang terstruktur dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berfikir kritis serta sekaligus membangun pengatahuan baru. PBL merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan agar peserta didik terampil dan memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah maka pembelajaran akan lebih mudah membuat peserta didik aktif dan kreatif (Febrita dan Harni , 2020 dalam Fatah et al., 2023). Menurut Ibrahim dan Nur (Adreanto, 2016), langkah- langkah model Problem Based Learning (PBL) meliputi, 1) mengorientasi peserta didik terhadap masalah, 2) mengorganisasi peserta didik untuk belajar, 3) membimbing pengalaman individual/kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Proses pembelajaran yang menerapkan model PBL memberikan pengalaman kepada peserta didik supaya dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. Hasil belajar tersebut diperoleh melalui kegiatan pemecahan masalah autentik (nyata). Sehingga, dalam prosesnya dapat mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, kemampuan berfikir kritis, dan sekaligus membangun pengetahuan baru. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku peserta didik setelah mengikuti pelajaran yang terjadi akibat lingkungan belajar yang sengaja dibuat oleh guru melalui model pembelajaran yang dipilih dan digunakan dalam suatu pembelajaran. Pembelajaran akan dikatakan berhasil jika setelah mengikuti pelajaran terjadi perubahan dari dalam diri peserta didik. Namun, jika tidak terjadi 3707 J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol.3, No.5, Agustus 2024 ........................................................................................................................................................ ISSN : 2828-5271 (online) perubahan dalam diri peserta didik maka pembelajaran tersebut belum berhasil (Christina & Kristin, 2016). Hasil belajar diperoleh dari aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Agar dapat mengukur hasil belajar maka diperlukan adanya indikator-indikator sebagai acuan untuk menilai sejauh mana perkembangan hasil belajar seseorang. Indikator-indikator tersebut meliputi menemukan, menganalisis dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas IV SD Negeri Kesunean 1 Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, hasil belajar peserta didik masih rendah terutama pada mata pelajaran matematika. Hal ini dikarenakan guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif. Sehingga, peserta didik kurang mampu menemukan, menganalisis, dan menyimpulkan luas bangun datar persegi. Hal ini didukung dengan hasil dari sumatif akhir semester ganjil yang menunjukkan bahwa nilai peserta didik kelas IV khususnya pada mata pelajaran matematika belum mencapai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), yaitu ≥70. Diketahui bahwa pada mata pelajaran matematika sebesar 9 peserta didik dengan persentase 64,29 % berada pada kriteria tidak tuntas dan 5 peserta didik dengan persentase 35,71% berada pada kriteria tuntas dari 14 peserta didik. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat judul “Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Matematika” METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan metode jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas sebagai tempat mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran. PTK digambarkan sebagai suatu proses dinamis meliputi aspek

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional