![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 LEMAHABANG
- Kategori : Skripsi
- Penulis : Chris Sanjaya
- Identitas : 231641013 - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Abstrak :
ABSTRAK ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 LEMAHABANG Chris Sanjaya Surat Elektronik: chrissanjaya08@gmail.com Kurikulum Merdeka resmi menjadi kurikulum nasional mulai tahun ajaran 2024/2025, dengan Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024 sebagai payung hukumnya. Salah satu yang membedakan Kurikulum Merdeka dari kurikulum sebelumnya terdapat pegabungan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Namun, pelaksanaan pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka masih terdapat kendala yang dihadapi oleh guru dan peserta didik, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS dengan prinsip kurikulum merdeka. 2) kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran IPAS dengan kurikulum merdeka. 3) dampak dari proses pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan di kelas III SDN 2 Lemahabang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subjek penelitiaan terdiri dari guru dan siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas III SDN 2 Lemahabang yaitu: 1) pelaksanaan kurikukulum merdeka pada pembelajaran IPAS belum selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka, dimana dalam perencanaan pembelajaran IPAS guru belum menyusun ATP dan modul ajar. 2) kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa secara garis besar terkendala dengan waktu dalam melakukan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyanangkan sehingga pembelajaran dalam suasana yang memotivasi kurang maksimal. Sebab guru belum menggunakan e-learning dalam proses pelaksanaan pembelajaran, diketahui pembelajaran e-learning sangat adaptif dan fleksibel dalam penggunaannya. Dalam pengolahan hasil asesmen, guru masih mengalami keterbatasan waktu untuk mengelola hasil asesmen dengan jumlah siswa yang banyak. Sebab guru belum memanfaatkan platform pendidikan, seperti palatform Quizziz. 3) dampak dari proses pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka memberikan tujuan positif bagi guru dan siswa. Kata kunci: Kurukulum Merdeka, Pembelajaran IPAS, Sekolah Dasar




