![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
PERAN GURU DALAM PENERAPAN PROGRAM LITERASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS III SDN 1 PLUMBON
- Kategori : Skripsi
- Penulis : DEWANTI AMARANGGANA WAJRAPRAKARA
- Identitas : 210641127 - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Abstrak :
PERAN GURU DALAM PENERAPAN PROGRAM LITERASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI 1 PLUMBON (Penelitian di Kelas III SDN 1 Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon) Dewanti Amaranggana Wajraprakara Email:dewantiamaranggana08@gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PERAN GURU DALAM PENERAPAN program literasi terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas III SD Negeri 1 Plumbon, dengan fokus pada peran guru, strategi pembelajaran yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi program. Program literasi sekolah merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca pemahaman peserta didik melalui kegiatan membaca rutin, penciptaan lingkungan literasi yang kondusif, dan kolaborasi berbagai pihak. Kemampuan membaca pemahaman menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran di semua mata pelajaran dan perkembangan akademik peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas III yang terdiri dari 6 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi sistematis, wawancara mendalam dengan guru kelas, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antar variabel yang diteliti. Program literasi yang telah berjalan 1,5 tahun menunjukkan dampak positif signifikan terhadap minat baca peserta didik, dengan 80% peserta didik (12 dari 15 peserta didik) menunjukkan antusiasme tinggi. Guru memainkan peran multidimensional sebagai fasilitator, model pembelajaran, pembimbing individual, evaluator, dan kolaborator. Implementasi 14 strategi pembelajaran komprehensif meliputi kegiatan membaca 15 menit rutin, pembelajaran berdiferensiasi, dan penciptaan lingkungan literasi yang kaya teks. Namun, 27% peserta didik masih mengalami kesulitan membaca dasar yang memerlukan pendekatan khusus. Program literasi terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca pemahaman melalui pendekatan holistik yang melibatkan guru, peserta didik, orang tua, dan sekolah. Keberhasilan program memerlukan dukungan sistemik dari manajemen sekolah, kompetensi guru yang memadai, ketersediaan sumber belajar yang variatif, dan kontinuitas dukungan lingkungan rumah. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model program literasi yang dapat diadaptasi di sekolah dasar lainnya dengan mempertimbangkan faktor kontekstual dan karakteristik peserta didik. Kata Kunci: program literasi, membaca pemahaman, peran guru, strategi pembelajaran,




