![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
"KOMUNIKASI INTERNAL DALAM PENGELOLAAN QUIET QUITTING PADA PERUSAHAAN (Studi Kualitatif Komunikasi Internal Organisasi di PT. Samyuan Manungggal Perkasa) "
- Kategori : Skripsi
- Penulis : Sherly Moriska
- Identitas : 210211056 - Ilmu Komunikasi
- Abstrak :
KOMUNIKASI INTERNAL DALAM PENGELOLAAN QUIET QUITTING PADA PERUSAHAAN (Studi Kualitatif Komunikasi Internal Organisasi di PT. Samyuan Manunggal Perkasa) INTERNAL COMMUNICATION IN MANAGING QUIET QUITTING IN COMPANIES (Qualitative Study of Internal Organizational Communication at PT. Samyuan Manunggal Perkasa) Sherly Moriska 210211056 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Cirebon 04sherlymrsk@gmail.com Abstrak Quiet quitting semakin marak pasca pandemi COVID-19 ketika batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur, memunculkan kelelahan serta penurunan keterlibatan karyawan. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan karena dapat menurunkan produktivitas, menghambat koordinasi, dan melemahkan komitmen kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi internal dalam mengelola quiet quitting pada PT. Samyuan Manunggal Perkasa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan HRD, supervisor, dan karyawan dari berbagai divisi, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kajian ini berlandaskan teori komunikasi organisasi dan komunikasi internal, khususnya konsep komunikasi vertikal, horizontal, serta iklim komunikasi organisasi. Teori keterlibatan karyawan (employee engagement) juga digunakan untuk menjelaskan hubungan antara komunikasi dengan motivasi dan loyalitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mampu mengenali tanda- tanda quiet quitting melalui perubahan perilaku, motivasi, dan keterlibatan karyawan. Hambatan komunikasi seperti miskomunikasi antar divisi, keterlambatan informasi, dan perbedaan persepsi diatasi melalui rapat koordinasi, konfirmasi balik, serta penggunaan media komunikasi digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi internal yang efektif tidak hanya mencegah quiet quitting, tetapi juga memperkuat ikatan emosional karyawan dengan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperkuat komunikasi dua arah, apresiasi rutin, dan pemanfaatan media digital agar keterlibatan karyawan semakin optimal. Kata Kunci: Komunikasi internal, quiet quitting, keterlibatan karyawan, komunikasi organisasi.




