![]() |
Repository
|
Tugas Akhir Mahasiswa
Hasil Penelitian Mahasiswa
GAYA KOMUNIKASI SEBAGAI KONSTRUKSI IDENTITAS DIGITAL: STUDI KASUS AKUN TIKTOK @MOURANZETA DALAM PENYAMPAIAN PESAN KEAGAMAAN
- Kategori : Skripsi
- Penulis : ANGGITA PELISA ANANDARI
- Identitas : 210211051 - Ilmu Komunikasi
- Abstrak :
GAYA KOMUNIKASI SEBAGAI KONSTRUKSI IDENTITAS DIGITAL: STUDI KASUS AKUN TIKTOK @MOURANZETA DALAM PENYAMPAIAN PESAN KEAGAMAAN COMMUNICATION STYLE AS A CONSTRUCTION OF DIGITAL IDENTITY: A CASE STUDY OF THE TIKTOK ACCOUNT @MOURANZETA IN DELIVERING RELIGIOUS MESSAGES Anggita Felisha Anandari NIM. 210211051 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jl. Fatahillah, Watubelah, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611 Email : anggitafelishaa@gmail.com Abstrak Penelitian ini menganalisis penerapan gaya komunikasi yang digunakan oleh Zita Arminta, pemilik akun Tiktok @mouranzeta, dalam membentuk identitas digitalnya sebagai content creator yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap konten video, wawancara semi-terstruktur dengan sembilan informan yang merupakan pengikut aktif akun tersebut, serta dokumentasi. Kerangka analisis berlandaskan pada enam konsep gaya komunikasi Tubbs dan Moss, yaitu Controlling, Equalitarian, Structuring, Dynamic, Relinquishing, dan Withdrawal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi Equalitarian dan Structuring merupakan gaya paling dominan yang diterapkan oleh Zita Arminta. Gaya Equalitarian memfasilitasi terciptanya suasana akrab dan inklusif, membuat pesan keagamaan terasa personal dan tidak menggurui. Sementara itu, Structuring Style memungkinkan penyampaian informasi yang terstruktur, jelas, dan mudah dicerna oleh audiens, khususnya generasi muda. Selain itu, gaya Dynamic juga tampak melalui penyampaian pesan yang penuh semangat, inspiratif, dan membangkitkan motivasi spiritual, terutama dalam konten-konten yang menyoroti perjuangan hidup dan nilai keikhlasan. Gaya Relinquishing turut tercermin dari keterbukaan Zita terhadap komentar dan masukan audiens, serta interaksinya yang responsif terhadap pertanyaan-pertanyaan audiens, yang memperkuat kesan dialogis dan partisipatif. Kombinasi dari gaya-gaya ini tidak hanya menjadikan konten @mouranzeta menarik dan mudah dipahami, tetapi juga menunjukkan 2 bagaimana gaya komunikasi digunakan sebagai bagian dari proses pembentukan identitas digital serta keterhubungan dengan audiens.Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang dinamika komunikasi keagamaan di media sosial dan bagaimana gaya komunikasi dipilih serta diterima dalam konteks audiens generasi muda. Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Identitas Digital, Tiktok, Content Creator, Generasi Muda




